Senin, 25 November 2013

Kata

Pengertian Kata

Kata atau dalam bahasa arab disebut kalimah merupakan unsur yang diucapkan atau dituliskan sebagai perwujudan dari kesatuan pikiran dan perasaan yang dapat digunakan dalam bahasa.
Meski secara tersurat dikatakan unsur yang diucapkan maupun dituliskan, rasanya yang dimaksud pengucapan tidak harus berarti bersuara. Kita tahu bahwa orang bisu juga bisa mengungkapkan kata dengan bahasanya.
Secara etimologi bahasa, kata dalam bahasa Melayu dan Indonesia berasal dari bahasa sanskerta, yaitu kathā. Dalam bahasa Sanskerta, kathā sebenarnya bermakna “konversasi”, “bahasa”, “cerita” atau “dongeng”. Namun, dalam bahasa Melayu dan Indonesia terjadi penyempitan arti semantis menjadi “kata”.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tahun 1997, kata dapat didefinisikan menjadi menjadi beberapa makna. Berikut ini definisi kata menurut KBBI.
1. Kata dapat berupa elemen terkecil dalam sebuah bahasa yang diucapkan atau dituliskan dan merupakan realisasi kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa
2. Kata adalah sebuah konversasi, bahasa
3. Kata adalah Morfem atau kombinasi beberapa morfem yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas
4. Kata adalah satu unit bahasa yang dapat berdiri sendiri dan terdiri dari satu morfem (contoh kata) atau beberapa morfem gabungan (contoh perkataan)
Definisi pertama KBBI mengartikan kata sebagai leksem yang bisa menjadi lema atau entri sebuah kamus. Lalu definisi kedua mirip dengan salah satu arti sesungguhnya kathā dalam bahasa Sanskerta. Kemudian definisi ketiga dan keempat bisa diartikan sebagai sebuah morfem atau gabungan morfem.
Jenis-Jenis Kata
Kata dalam bahasa Indonesia terdiri atas beberapa jenis. Pengklasifikasian jenis kata ini didasarkan pada bentuk dan kelas kata. Berdasarkan bentuknya, kata dapat diklasifikasikan menjadi empat. Berdasarkan kelasnya, kata dibedakan menjadi sepuluh.
Pengklasifikasian kata berdasarkan bentuknya dapat digolongkan menjadi empat, yaitu kata dasar, kata turunan, kata ulang, dan kata majemuk. Selanjutnya akan diuraikan sebagai berikut.
• Kata dasar
Kata dasar merupakan kata asli atau kata yang digunakan sebagai dasar pembentukan kata turunan atau kata berimbuhan. Beberapa contoh kata dasar adalah sapu, diam, duduk, pergi, pulang, dan lainnya.
• Kata turunan/berimbuhan
Adalah kata yang sudah berubah bentuk. Perubahan bentuk ini disebabkan adanya imbuhan. Imbuhan ini ada yang terdapat di awal atau disebut prefiks atau awalan, di tengah disebut infiks atau sisipan, dan diakhir yang disebut sufiks atau akhiran kata.
Perubahan kata dapat juga dikarenakan adanya awalan dan akhiran. Contohnya, kata turunan dipastikan. Kata dasar dipastikan adalah pasti dan diberi imbuhan di- kan
Contoh awalan adalah me-, di-, ke-, se-, dan per. Jika kata dasarnya adalah sapu dapat menjadi kata turunan menyapu. Jika kata dasarnya sapu, maka dapat menjadi kata turunan disapu.
Contoh sisipan adalah kata menyapu
Contoh akhiran adalah –an. Contoh kata turuan berimbuhan ini adalah mainan. Kata dasar mainan adalan main dan mendapat akhiran an.
• Kata ulang
Adalah kata dasar atau bentuk dasar yang mengalami perulangan, baik secara menyeluruh atau secara sebagian. Contoh kata ulang secara menyeluruh adalah anak- anak, orang- orang dan lainnya. Kata dasar anak- anak adalah anak dan diulang secara menyeluruh menjadi anak- anak yang berarti banyak anak. Contoh kata ulang sebagian adalah pohon- pohonan, bersalam- salaman dan lainnya.kata dasar pohon- pohonan adalah pohonan kemudian diulang sebagian menjadi pohon- pohonan.
• Kata majemuk
Adalah gabungan beberapa kata dasar yang berbeda dan membentuk suatu arti atau makna baru. Salah satu contohnya adalah rumah sakit. Kata majemuk ini berasal dari kata dasar rumah yang berarti tempat tinggal dan sakit yang berarti tidak sehat. Rumah sakit bukan berarti tempat tinggal yang tidak sehat, tetapi membentuk makna baru. Makna rumah sakit adalah tempat tinggal atau tempat berobat untuk orang- orang yang sedang sakit.
Selanjutnya, berdasarkan kelas katanya dapat dibagi menjadi 7 jenis, tetapi ada pula yang membaginya menjadi 10 jenis. Namun, pada dasarnya intinya sama hanya pengelompokannya saja yang berbeda. Adapun pembagian kata yang terdiri dari 10 jenis adalah sebagai berikut:
1. Kata Benda atau Noun
2. Kata kerja atau Verb
3. Kata sifat atau Adjective
4. Kata ganti atau Pronoun
5. Kata Keterangan atau Adverb
6. Kata Bilangan atau Numeralia
7. Kata sambung atau Conjunction
8. Kata Depan atau Preposition
9. Kata Sandang atau Determiner, dan
10. Kata Seru atau Interjeksi
Penjabaran Jenis-Jenis Kata
• Kata Benda atau Noun
Kata benda terdiri dari nama benda, orang, tempat, dan yang dibendakan. Kata benda dibagi menjadi dua, yakni kata benda yang nyata yang dapat ditangkap oleh panca indra (seperti laptop, kereta, kuda, penggaris), dan kata benda abstrak (seperti keadilan, kemanusiaan, kecantikan).
• Kata kerja atau Verb
Kata kerja merupakan kata yang menunjukkan aktivitas atau perbuatan. Kata kerja ada dua macam, yakni transitif (yang diikuti oleh objek), intransitif (yang tidak diikuti oleh objek), aktif (yang dilakukan oleh subjek), dan pasif (yang dilakukan oleh objek).
• Kata sifat atau Adjective
Kata sifat digunakan untuk mengungkapkan kualitas, kuantitas, dan keadaan suatu benda. Contoh: pintar, cantik, rajin.
• Kata ganti atau Pronoun
Kata ganti digunakan untuk menggantikan kata benda. Kata ganti ada beberapa macam:
Kata ganti orang 
1. Kata ganti orang pertama, yakni yang mengajak bicara. Yang termasuk kata ganti tunggal adalah aku atau saya, sedangkan untuk kata ganti orang pertama adalah jamak kami atau kita
2. Kata ganti orang kedua, yakni yang diajak bicara. Yang termasuk kata ganti orang kedua tunggal adalah kamu, sedangkan kata ganti orang kedua jamak adalah kamu, semua, atau kalian
3. Kata ganti orang ketiga, yakni yang dibicarakan. Yang termasuk kata ganti orang ketiga tunggal adalah dia atau ia, sedangkan kata ganti orang ketiga jamak adalah mereka)
Kata ganti kepunyaan
Contoh: mu dalam milikmu, ku dalam milikku, nya dalam miliknya
Kata ganti penunjuk
Contoh: di sana, di sini, di situ
• Kata Keterangan atau Adverb
Kata yang memberikan keterangan, baik akan sesuatu yang sedang dilakukan, sesuatu yang terjadi, juga menerangkan waktu, dan tempat. Contoh: Lusa, besok, hari ini, kemarin, terkadang.
• Kata sambung atau Conjunction
Kata ini biasanya diikuti oleh kata benda atau kata ganti. Digunakan untuk menghubungkan antar kata atau kalimat. Contohnya sedangkan, dan, atau, namun.
• Kata Bilangan atau Numeralia
Merupakan kata yang menunjukkan kuantitas atau jumlah suatu benda serta deret atau urutan. Contoh satu, dua, tiga, pertama, kedua, ketiga.
• Kata Depan atau Preposition
Kata yang terletak di depan kata benda atau kata ganti. Contoh: dari, pada, di atas, di bawah, di antara.
• Kata Sandang atau Determiner
Contoh : seorang, sebuang, sang, si
• Kata Seru atau Interjeksi 
Kata yang digunakan untuk menunjukkan ekspresi seperti kagum atau terkejut sehingga membuatnya berseru. Contoh : wah, wow, ah


Acc : Reza Putra Utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar